Jumat, 24 April 2009

ISLAM MENCERAHKAN


Islam adalah agama yang mencerahkan kehidupan manusia. Kitab sucinya - Al
Qur’an -adalah sebuah mukjizat yang menjadi petunjuk sepanjang masa. Tentang
apa saja. Di dalamnya ada guidance ajaib, yang jika dipraktekkan bakal
mengantarkan kita kepada hasil yang menakjubkan. Di segala bidang. Di bidang
ekonomi, bidang politik, sosial budaya, keluarga, sampai ilmu pengetahuan dan
teknologi yang menjadi ciri khan manusia abad ini dan mendatang.

Karena itu, Islam menjamin umatnya bakal menjadi umat teladan jika
mengikutinya. Sayang, beberapa ratus tahun terakhir ini, umat Islam tidak
menjalankan ajaran Al Qur’an secara utuh dan konsisten. Maka umat yang
seharusnya menjadi teladan di muka Bumi ini pun menjadi terperosok dalam jurang
kemunduran yang sangat dalam.

Dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, Al Qur’an adalah kitab suci yang
paling mengagumkan. Prediksi-prediksinya tentang banyak hal ke masa depan luar
biasa akurat dan mencengangkan. Mulai dari bidang kosmologi, astronomi,
biologi, kedokteran, kimia, metalurgi, sampai perkembangan biomolekuler
mutakhir, sangatlah mengagumkan. Tidak berlebihan jika Al Qur’an disebut
sebagai buku induk ilmu pengetahuan.

Hal ini, sebenarnya telah dibuktikan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam di jaman
keemasan khalifah Islamiyah. Pada jaman itu ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang sangat pesat. Dan kemudian diadopsi oleh peradaban Barat, sehingga
berkembang seperti dewasa ini. Ironisnya, kini dunia Islam malah meredup.

Bukan hanya di masa lalu, di masa depan peradaban manusia pun, Al Qur’an
bakal tetap bersinar sebagaimana diklaim dalam ayat-ayat yang terkandung di
dalamnya.

QS. An Nisaa' (4): 174
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu,
dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).

Prediksi-prediksi dalam bidang kosmologi misalnya, sungguh mengagumkan. Di
antaranya adalah, munculnya teori Big Bang ternyata seiring dengan penjelasan
dalam Al Qur’an surat al Anbiyaa': 30. Ayat itu menjelaskan bahwa langit dan
Bumi dulunya memang satu kesatuan kemudian dipisahkan dengan kekuatan besar.

Sebaliknya keruntuhan alam semesta - Big Crunch - kelak, juga sudah
diprediksi oleh Al Qur’an dalam surat yang sama ayat 104. Bahwa Allah bakal
menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana
permulaan penciptaan, maka demikian pula Allah bakal mengakhirinya. Dua
skenario besar yang sampai kini masih menjadi bahan diskusi para pakar
kosmologi modern.
Dalam bidang Fisika modern, Al Qur’an juga memberikan gambaran-gambaran
menakjubkan tentang relativitas waktu, perjalanan teleportasi, alam semesta
berdimensi 9, rekaman alam semesta, dan dunia hologram. Semua itu adalah
puncak-puncak perkembangan mutakhir dalam bidang sains modern yang belum
sepenuhnya dipahami oleh para pakar. Akan tetapi Al Qur’an telah memberikan
sinyal-sinyal keberadaannya.

Saya hanya ingin memberikan gambaran lebih jelas kepada anda bahwa Al Qur’an
adalah kitab induk ilmu pengetahuan yang luar biasa hebatnya. Sayangnya, selama
ini kita memperlakukannya hanya sebagai buku doktrin yang tidak boleh dipahami
secara ilmiah. Pokoknya telan saja mentah-mentah. Dan tidak boleh membantah
guru yang mengajarinya.

Nah dalam diskusi ini, sekali lagi saya akan mengajak pembaca untuk memahami
betapa indah dan canggihnya informasi dari dalam Al Qur’an ketika bercerita
tentang penciptaan manusia. Baik manusia pertama, maupun kita semua yang
menjadi anak cucunya.

Al Qur’an menyodorkan sebuah cerita ilmiah mempesona yang menggabungkan
ilmu-ilmu kedokteran mutakhir, ilmu biologi, biokimia, fisika modern, dan ilmu
biomolekuler yang kini berkembang sangat pesat.

Proses penciptaan Adam dan Hawa beserta anak cucunya tidak lagi harus kita
persepsi sebagai sebuah cerita legenda yang membosankan, melainkan sebagai
sebuah pertunjukan drama kolosal sains fiction yang sangat mencengangkan. Allah
memberikan sinyal-sinyal itu dalam berbagai firmanNya.

QS. As Sajdah (32): 7-9
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah.

Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma &
ovum).

Kemudian Dia menyempumakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh-Nya dan Dia
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit
sekali bersyukur.

Ayat-ayat di atas, di bagian-bagian berikut yang lebih khusus, akan kita
bahas lewat pendekatan sains mutakhir, bersama ayat-ayat lain dari dalam Al
Qur’an.

Semakin banyak ilmu mutakhir yang kita libatkan, semakin baik pula kesimpulan
yang kita peroleh. Semakin canggih alat yang kita gunakan, maka semakin
mendalam pula kepahaman yang kita peroleh.

QS. Al Jaatsiyah (45): 2-5
Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kehebatan
Allah) untuk orang-orang yang beriman.

Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang
bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (canggihnya ilmu Allah) untuk
kaum yang meyakini,

dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari
langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada
perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (Keagungan Kekuasaa Allah) bagi kaum
yang berakal.



0 komentar:

Posting Komentar

about me hatibening Template by : kendhin x-template.blogspot.com